Index song name    A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z
Index artist             A | B | C | D | E | F | G | H | I | J | K | L | M | N | O | P | Q | R | S | T | U | V | W | X | Y | Z

Friday, October 24, 2014

( _ i _ )

>>>>>>>>klik disini<<<<<<<<

kompilasi midi dangdut untuk karaoke

untuk bisa karaoke di laptop atau di komputer silahkan pakai program van basco player

Isi Content yang kami tampilkan adalah hasil kiriman para pengunjung tidak ada sensor dalam postingan ini. semuanya hasil kiriman dari para pengikut Copyright 2014 · dangduteroke.com · All Rights Reserved
Hosting Unlimited Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Silahkan klik disiniKompilasi Dangdut Lirik 1,  for keyboard

Isi Content yang kami tampilkan adalah hasil kiriman para pengunjung tidak ada sensor dalam postingan ini. semuanya hasil kiriman dari para pengikut Copyright 2014 · dangduteroke.com · All Rights Reserved
Hosting Unlimited Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Silahkan klik disini

Kompilasi Dangdut Lirik 1,  for keyboard

Content yang kami tampilkan adalah hasil kiriman para pengunjung tidak ada sensor dalam postingan ini. semuanya hasil kiriman dari para pengikut Copyright 2014 · dangduteroke.com · All Rights Reserved
Hosting Unlimited Indonesia Hosting Unlimited Indonesia

Thursday, October 23, 2014

Fakta Realita
Fakta Realita 23 Oktober 23:15
FOTO-FOTO UNJUK RASA MAHASISWA DI DEPAN ISTANA MERDEKA. KLIK
http://www.nefosnews.com/potraits/unjuk-rasa-mahasiswa-di-depan-istana-merdeka
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka - NEFOSNEWS
nefosnews.com
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka 23 Oktober 2014 | 20:20 NEFOSNEWS, Jakarta - Puluhan ma...

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
Fakta Realita
Fakta Realita 23 Oktober 23:15
FOTO-FOTO UNJUK RASA MAHASISWA DI DEPAN ISTANA MERDEKA. KLIK
http://www.nefosnews.com/potraits/unjuk-rasa-mahasiswa-di-depan-istana-merdeka
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka - NEFOSNEWS
nefosnews.com
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka 23 Oktober 2014 | 20:20 NEFOSNEWS, Jakarta - Puluhan ma...

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
Fakta Realita
Fakta Realita 23 Oktober 23:13
FOTO-FOTO UNJUK RASA MAHASISWA DI DEPAN ISTANA MERDEKA. KLIK
http://www.nefosnews.com/potraits/unjuk-rasa-mahasiswa-di-depan-istana-merdeka
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka - NEFOSNEWS
nefosnews.com
Unjuk Rasa Mahasiswa di Depan Istana Merdeka 23 Oktober 2014 | 20:20 NEFOSNEWS, Jakarta - Puluhan ma...

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
Gerakan Perubahan
Gerakan Perubahan 23 Oktober 23:13
Relawan GANTI Pantura Berharap Demikian,
Jokowi Harus 'Pede' Susun Kabinetnya
Saran KPK juga perlu diperhatikan.
Ardi Mandiri : 23 Oct 2014 | 21:47

Suara.com - Mantan penasihat Tim Transisi KH Hasyim Muzadi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya diri dengan hak prerogatif yang dimilikinya dalam menyusun kabinet.

"Pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-sarannya sekaligus 'tegakkan kepala' sebagai Kepala Negara, agar ada keseimbangan antara 'warning' atau peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah atau 'presumption of innocence'," kata Hasyim di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan perlu ada keseimbangan antara upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet sesuai undang-undang.

"Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah Kepala Negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dengan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif," katanya.

Hasyim menilai penyusunan kabinet menjadi rumit antara lain karena rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik, sekalipun tidak menyebut nama.

"Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu, namun berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden dan Kepala Negara," kata Hasyim.

Andaikan saja, kata Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden secara tertutup, tentu Presiden akan secara bijak dapat menyelenggarakan kabinet bersih tanpa goncangan.

"Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian antikorupsi. Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden dan Kepala Negara. Presiden tidak perlu merasa ter-fait accompli dengan rekomendasi yang dipublisir itu," katanya.

Hasyim mengatakan bahwa baik calon yang berpotensi melakukan korupsi bukan hanya yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK. Yang diberi tanda hijau pun tidak ada jaminan untuk tidak menyeleweng.

"Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi? Yang hijau pun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden," kata Hasyim.

Sementara kepada masyarakat, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengimbau agar proporsional dalam menilai keadaan.

"Hari ini ujian pertama untuk Jokowi dan akan terus banyak ujian, dan pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain," kata Hasyim. (Antara)

didedikasi oleh Relawan GANTI Pantura.

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
Gerakan Perubahan
Gerakan Perubahan 23 Oktober 23:12
Relawan GANTI Pantura Berharap Demikian,
Jokowi Harus 'Pede' Susun Kabinetnya
Saran KPK juga perlu diperhatikan.
Ardi Mandiri : 23 Oct 2014 | 21:47

Suara.com - Mantan penasihat Tim Transisi KH Hasyim Muzadi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya diri dengan hak prerogatif yang dimilikinya dalam menyusun kabinet.

"Pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-sarannya sekaligus 'tegakkan kepala' sebagai Kepala Negara, agar ada keseimbangan antara 'warning' atau peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah atau 'presumption of innocence'," kata Hasyim di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan perlu ada keseimbangan antara upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet sesuai undang-undang.

"Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah Kepala Negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dengan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif," katanya.

Hasyim menilai penyusunan kabinet menjadi rumit antara lain karena rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik, sekalipun tidak menyebut nama.

"Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu, namun berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden dan Kepala Negara," kata Hasyim.

Andaikan saja, kata Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden secara tertutup, tentu Presiden akan secara bijak dapat menyelenggarakan kabinet bersih tanpa goncangan.

"Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian antikorupsi. Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden dan Kepala Negara. Presiden tidak perlu merasa ter-fait accompli dengan rekomendasi yang dipublisir itu," katanya.

Hasyim mengatakan bahwa baik calon yang berpotensi melakukan korupsi bukan hanya yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK. Yang diberi tanda hijau pun tidak ada jaminan untuk tidak menyeleweng.

"Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi? Yang hijau pun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden," kata Hasyim.

Sementara kepada masyarakat, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengimbau agar proporsional dalam menilai keadaan.

"Hari ini ujian pertama untuk Jokowi dan akan terus banyak ujian, dan pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain," kata Hasyim. (Antara)

didedikasi oleh Relawan GANTI Pantura.

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.
Get 250 Premium Business Cards

Just $10


Design high-quality, full color business cards in minutes.

• Choose from 1000+ designs or upload your own
• Customize your text, fonts, colors and more
• Create in minutes and receive in days!


Start Designing Here!



If you'd prefer not to receive future emails, Stop Future Emails Here.
FreeLogoServices, 353 Amberpine Street Suite 2004, Las Vegas, NV 89144
2014, LogoMix Inc. All Rights Reserved.

Bennet! But I knew I should persuade you at last. I was sure you loved your girls too well to neglect such an acquaintance. Well, how pleased I am! and it is such a good joke, too, that you should have gone this morning, and never said a word about it till now." "Now, Kitty, you may cough as much as you chuse," said Mr. Bennet; and, as he spoke, he left the room, fatigued with the raptures of his wife. "What an excellent father you have, girls," said she, when the door was shut. "I do not know how you will ever make him amends for his kindness; or me either, for that matter. At our time of life, it is not so pleasant I can tell you, to be making new acquaintance every day; but for your sakes, we would do any thing. Lydia, my love, though you are the youngest, I dare say Mr. Bingley will dance with you at the next ball." "Oh!" said Lydia stoutly, "I am not afraid; for though I am the youngest, I'm the tallest."The rest of the evening was spent in conjecturing how soon he would return Mr. Bennet! But I knew I should persuade you at last. I was sure you loved your girls too well to neglect such an acquaintance. Well, how pleased I am! and it is such a good joke, too, that you should have gone this morning, and never said a word about it till now." "Now, Kitty, you may cough as much as you chuse," said Mr. Bennet; and, as he spoke, he left the room, fatigued with the raptures of his wife. "What an excellent father you have, girls," said she, when the door was shut. "I do not know how you will ever make him amends for his kindness; or me either, for that matter. At our time of life, it is not so pleasant I can tell you, to be making new acquaintance every day; but for your sakes, we would do any thing. Lydia, my love, though you are the youngest, I dare say Mr. Bingley will dance with you at the next ball." "Oh!" said Lydia stoutly, "I am not afraid; for though I am the youngest, I'm the tallest."The rest of the evening was spent in conjecturing how soon he would return Mr.



Gerakan Perubahan
Gerakan Perubahan 23 Oktober 23:11
Relawan GANTI Pantura Berharap Demikian,
Jokowi Harus 'Pede' Susun Kabinetnya
Saran KPK juga perlu diperhatikan.
Ardi Mandiri : 23 Oct 2014 | 21:47

Suara.com - Mantan penasihat Tim Transisi KH Hasyim Muzadi meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) percaya diri dengan hak prerogatif yang dimilikinya dalam menyusun kabinet.

"Pendapat saya, perhatikan KPK dengan saran-sarannya sekaligus 'tegakkan kepala' sebagai Kepala Negara, agar ada keseimbangan antara 'warning' atau peringatan keras KPK tentang korupsi seorang menteri dan praduga tak bersalah atau 'presumption of innocence'," kata Hasyim di Jakarta, Kamis (23/10/2014).

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan perlu ada keseimbangan antara upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan prerogratif Presiden dalam menyusun kabinet sesuai undang-undang.

"Kita harus ingat bahwa Presiden ex officio adalah Kepala Negara yang dapat mengatur trias politika sekaligus sesuai dengan alur demokrasi, tidak hanya kepala eksekutif," katanya.

Hasyim menilai penyusunan kabinet menjadi rumit antara lain karena rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibuka ke publik, sekalipun tidak menyebut nama.

"Menurut pengertian saya yang awam, rekomendasi tersebut sangat perlu, namun berstatus rahasia negara, sangat tertutup dan hanya bisa dibaca oleh Presiden dan Kepala Negara," kata Hasyim.

Andaikan saja, kata Hasyim, rekomendasi KPK disampaikan kepada Presiden secara tertutup, tentu Presiden akan secara bijak dapat menyelenggarakan kabinet bersih tanpa goncangan.

"Saya percaya Pak Jokowi berkepribadian antikorupsi. Tapi semua telah terlanjur, kotak pandora telah dibuka tanpa bisa ditutup lagi. Tinggal kembali ke Presiden dan Kepala Negara. Presiden tidak perlu merasa ter-fait accompli dengan rekomendasi yang dipublisir itu," katanya.

Hasyim mengatakan bahwa baik calon yang berpotensi melakukan korupsi bukan hanya yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK. Yang diberi tanda hijau pun tidak ada jaminan untuk tidak menyeleweng.

"Siapa yang menjamin ke depan tidak korupsi? Yang hijau pun nanti kalau korupsi harus dicopot, dan tidak menjadi aib untuk Presiden," kata Hasyim.

Sementara kepada masyarakat, pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam Malang dan Depok itu mengimbau agar proporsional dalam menilai keadaan.

"Hari ini ujian pertama untuk Jokowi dan akan terus banyak ujian, dan pada akhirnya yang bertanggung jawab adalah Presiden sendiri, bukan orang lain," kata Hasyim. (Antara)

didedikasi oleh Relawan GANTI Pantura.

Lihat Kiriman Ini di Facebook · Sunting Pengaturan Email · Balas email ini untuk menambahkan komentar.